Kini malam sudah mulai larut, dan disaat itu dia mulai tersadar, hati dan akal sehatnya kini sudah tidak lagi bekerja sama.
Setelah hari itu, yaitu hari dimana dia mendengar sesuatu yang seharusnya tidak dia dengar, atau hal yang seharusnya tidak iya tahu, dimana itu yang telah meninggalkan goresan luka yang cukup dalam.
Dia mencoba tetap terlihat gembira, namun mata tak mampu berdusta terlalu lama, dia seolah berada disana dan menyaksikan itu terjadi, semua terasa sakit dan begitu nyata dalam hayalnya.
Mungkin "ikhlas dan berserah" itu adalah kata yang cocok untuknya, sesuatu yang tadinya teguh, kini mulai goyah, semangat yang tadinya menyala kini mulai redup.
Kini dia hanya menjalani apa yang di takdirkan padanya, sebuah janji yang sudah di gariskan untuknya, takdir yang tidak dapat di bantahkan, membuat dia menjadi sesuatu yang rapuh dan begitu bodoh.
Mungkin itu terlihat biasa untuk hati yang tidak merasakannya, jika seseorang bertanya, mungkin akan terdengar berlebihan.
Pada akhirnya air mata lah, yang akan menceritakan semuanya pada dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar