Selasa, 24 Januari 2017

Bag 1.4 "Menunggu Kepastin"

Di saat kepastian melayang bebas di atas hayalan.
Di saat itu juga keyakinan akan menyerang di garis depan.

Dengan harapan yang sedikit hampa semu dalam rindu, menuai nada yang di iringi dengan melodi yang menjadi saksi bisu.

Di bawah tekanan, gejolak cinta yang tak lepas dari dada.
Mengiringi langkah demi langkah, hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun.

Sedikit rumit di pahami dengan pemahaman yang hanya memiliki garis lurus.

Selasa, 10 Januari 2017

Bag 1.3 "Goresan luka"

Kini malam sudah mulai larut, dan disaat itu dia mulai tersadar, hati dan akal sehatnya kini sudah tidak lagi bekerja sama.

Setelah hari itu, yaitu hari dimana dia mendengar sesuatu yang seharusnya tidak dia dengar, atau hal yang seharusnya tidak iya tahu, dimana itu yang telah meninggalkan goresan luka yang cukup dalam.

Dia mencoba tetap terlihat gembira, namun mata tak mampu berdusta terlalu lama, dia seolah berada disana dan menyaksikan itu terjadi, semua terasa sakit dan begitu nyata dalam hayalnya.

Mungkin "ikhlas dan berserah" itu adalah kata yang cocok untuknya, sesuatu yang tadinya teguh, kini mulai goyah, semangat yang tadinya menyala kini mulai redup.

Kini dia hanya menjalani apa yang di takdirkan padanya, sebuah janji yang sudah di gariskan untuknya, takdir yang tidak dapat di bantahkan, membuat dia menjadi sesuatu yang rapuh dan begitu bodoh.

Mungkin itu terlihat biasa untuk hati yang tidak merasakannya, jika seseorang bertanya, mungkin akan terdengar berlebihan.

Pada akhirnya air mata lah, yang akan menceritakan semuanya pada dunia.

Senin, 09 Januari 2017

Bag 1.2 "Angin dari Timur"

Hari itu semua terlihat baik, entah ada angin dari mana yang membawa kapal kita ketengah badai yang sedang bergejolak hebat, seolah kita terlihat seperti orang yang tidak pernah saling mengenal.

Tanpa ada yang mengendalikan layar, dan kita hanya mengikuti ombak laut yang sedang marah, entah kedermaga ataukah kepesisir pantai yang sunyi dan usang, kapal ini akan berlabuh.

Terlihat cahaya kecil dari arah timur, tapi kita seolah tidak melihat itu, kita tetap menikmati gelapnya langit dan hujan air laut yang menghantam dinding kapal.

Sabtu, 07 Januari 2017

Bag 1.1 "Pemimpi Kelas Teri"

Sinarnya yang hangat, membuka semua pikiran yang positif, meangambil nafas yang panjang, untuk suatu pekerjaan yang akan menguras banyak tenaga.

Kali ini langkah ku akan tetap satu tujuan yang tidak akan gentar dan berubah arah, untuk kesuksesan ku, ku panjatkan doa padanya, yang kuasa sang pencipta alam semesta.

Terimakasih, karna sudah memberikan ku kesempatan untuk hidup di dunia ini, dan mempelajri segala hal yang belum aku ketahui, bahkan yang tidak pernah aku bayangkan, begitu banyak rahasia yang tersimpan dalam sejarah dan masa depan.

Hanya ego dan nafsu, yang mendampingi ku, dan ambisi untuk menciptakan kebebasan untuk berkarya.

Dalam senja aku termenung melihat semua orang yang haus akan materi, dan tiada henti menginjak mawar hitam yang berduri.